EKSISTENSI GAME EDUKATIF
Dewasa ini kebutuhan akan perkembangan sistem pendidikan kian meningkat. Sistem konvensional yang dulunya dianggap paling efektif dan telah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari sekarang sudah tidak sanggup mengikuti perkembangan jaman. Dibutuhkan sebuah sistem pembelajaran yang mampu meng-coverage segala tuntutan dan kebutuhan yang dibutuhkan dalam jaman sekarang.
Sebagai gambaran real adalah, ketika kita hidup pada tahun 90-an mungkin kita akan merasa nyaman dengan pembelajaran pada saat itu, kita akan mengerti apabila guru menerangkan seluruh materi dan menulis materi tersebut di papan tulis. Akan tetapi segala model pembelajaran tersebut sudah tidak berlaku lagi untuk diterapkan pada jaman sekarang, sudah tidak berlaku dilaksanakan pada anak-anak jaman sekarang, dan bisa dianggap sebagai sebuah metode yang kadaluarsa.
Pada masa ini telah ada banyak cara untuk mengikuti perkembangan kebutuhan pada dunia pendidikan mulai dari pembelajaran dengan teknologi multimedia dan bahkan telah ada pola pembelajaran dengan menggunakan game interaktif sebagai sarana menyampaikan materi pelajaran dari guru kepada para siswa. Kedua metode pembelajaran ini sebenarnya telah sanggup menjawab tuntutan jaman sekarang. Namun terdapat perbedaan yang signifikan di antara dua metode tersebut. Jika di dalam pembelajaran menggunakan teknologi multimedia seperti menggunakan fasilitas TV, radio, LCD Projector dan lain-lain, di sini hanya akan terjadi pola pembelajaran satu arah dan tidak terjadi interaksi antara guru atau materi dengan para didik yaitu para siswa. Berbeda halnya dengan game edukatif interaktif dimana para siswa langsung menjadi pelaku yang mengalami sebuah proses belajar yang disampaikan secara eksplisit melalui permainan yang ada di dalam game interaktif.
Terdapat banyak kelebihan dari metode pembelajaran menggunakan game edukatif ini, disamping mampu membuat para siswa menjadi tidak mudah bosan ternyata dengan game ini materi pelajaran menjadi lebih mudah tersampaikan dari guru kepada para siswa, juga mampu menyingkat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kompetensi karena dengan game ini para siswa lebih cepat menangkap pelajaran sehingga dapat menghemat waktu.
Dengan segala kelebihan yang ada pada game edukatif pada kegiatan belajar mengajar, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional menjadikan program pengadaan sarana game dalam pendidikan ini sebagai proyek jangka panjang mereka. Saat ini pemerintah melalui Depdiknas telah mengirimkan banyak guru dan pakar game ( game maker ) untuk bersekolah S2 ke luar negeri dan mengambil bidang studi game edukasi. Keluaran atau tujuan akhir dari program ini adalah meratanya kualitas pendidikan di seluruh penjuru negeri. Dimana tidak akan ada lagi sekolah favorit maupun sekolah pinggiran karena pada akhirnya seluruh sekolah di Indonesia mulai dari desa hingga di kota mampu memiliki satu set game edukasi ini.
Dengan segala kelebihan yang ada pada game edukasi ini ternyata masih terjadi kontroversi di tengah kalangan masyarakat. Sebagian dari masyarakat kita menilai bahwa dengan menggunakan game dalam media pembelajaran akan menjadi para pelajar kita akan menjadi kecanduan akibat ingin menjadi nomor 1 di antara teman-teman mereka seperti halnya yang terjadi pada game-game online RPG yang laris di kalangan pelajar kita. Namun bagi masyarakat kita yang memiliki pandangan yang lebih luas nampaknya kasus ini tidak menjadi suatu masalah yang berarti.
A. Awal mula game dijadikan sebagai sarana dalam pendidikan.
Saat ini perkembangan tekonologi telah merambah kemana saja. Banyak sekali aplikasinya. Ada yang berbentuk permainan, telekomunikasi, industri, dan banyak yang lain. Namun kali ini ada cara media pembelajaran yang baru, dengan memanfaatkan game. Di era modern saat ini, siiapa yang tidak kenal dengan Game? Seperti yang kita tahu anak anak suka bermain dengan konsol ini. Selain gambarnya yang menarik, alur ceritanya juga sangat asik unutk diikuti. Di lain sisi, anak anak kurang bersemanagt apabila dihubungkan dengan pelajaran. Mereka merasa bosan, ketika guru di depan menerangkan di papan tanpa media yang komunikatif. Maka dari itu, muncul ide ide untuk membuat suatu game yang dipadukan dengan sisitem pembelajaran, sehingga para siswa tidak hanya mengerti saja, melainkan juga tidak bosan dan sengan mengikuti alur pelajaran.
Akhir akhir ini, banyak sekali media media pembelajaran yang menerapkan konsep seperti itu. Pelajarannya macam macam. Tidak hanya siswa saja yang merasa terbantu, sang pengajarpun juga. Para guru tidak perlu sulit sulit menerangkan. Begitu pula sang siswa, tidak perlu lama lama berimajinasi untuk membayangkan bagaimana gerak rotasi pada gerigi. Semuanya saling merasa terbantu. Selain itu, modul game game tersebut juga dapat kita download dengan gratis di internet. belajar semakin mudah bukan?
Game atau permainan, saat ini menjadi suatu hobi atau kegiatan yang paling disukai oleh seluruh kalangan masyarakat, terutama anak-anak. Namun perkembangan game, kurang sesuai dengan pendidikan bagi anak-anak. Oleh karena itu munculah gagasan mengenai game yang dapat dijadikan sarana pendidikan.
Game yang memuat edukasi sudah sejak lama telah dibuat, namun perkembangannya masih kalah dengan game yang non edukasi, saat pertama kali dikenelkan game edukasi masih kurang diminati oleh masyarakat khususnya anak-anak. Hal ini dikarenakan game edukasi kurang menantang dan kurang menghibur. Pada perkambangannya game edukatif akhirnya dibuat semenarik mungkin sehingga masyarakat, khususnya anak-anak bisa bermain game tanpa melupakan pendidikan yang merka pelajari.
Salah satu contoh game pendidikan adalah Chemicus, dalam game ini murid-murid akan bekerja melalui sejumlah masalah yang berhubungan dengan ilmu kimia untuk menolong seorang teman yang di culik. Puzzle berdasarkan kimia, mengajak anak-anak untuk mengetahui struktur atom, kimia unsur, kimiaorganik, dll
Perbandingan Pembelajaran Menggunakan Game dengan Pembelajaran Tanpa Game
Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenakngkan dan tidak membosankan.Maka dari itu kita perlu memberikan sedikit kreasi dan inovasi terhadap metode pembelajaran kita. Di bawah ini adalah beberapa metode pembelajaran dengan game, yang mungkin bisa kita terapkan.
Metode Role Playing
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.
1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.
Metode Jigsaw
Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.
Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.
Metode Team Games Tournament (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:
1. Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.
2. Kelompok (team)
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.
3. Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.
4. Turnamen
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.
5. Team recognize (penghargaan kelompok)
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40
Contoh game edukasi
P10Ner, Game Pertempuran 10 Nopember
Wawan berjalan mengendap-endap menyusuri lorong hotel Yamato tahun 1945. Tangannya memanggul senjata hasil rampasan dari tentara belanda yang telah dia lucuti. Pandangannya menatap tajam pada posisi ditancapkannya bendera merah putih biru di puncak hotel Yamato. Dia bersama puluhan tentara Indonesia lainnya tidak terima jika merah putih biru yang berkibar, hanya merah putih saja yang dia inginkan.
Namun, tampaknya untuk menuju ke sana tidaklah mudah. Di samping harus menelusuri ruang-ruang yang menuju atap hotel Yamato, cukup banyak tentara yang berjaga dengan berbagai senjata canggih yang menghalanginya. Sementara Wawan hanya bersenjata sederhana. Beberapa pejuang pendahulunya telah gugur bergelimpangan. Mampukah Wawan merobek kain berwarna biru agar hanya merah putih saja yang berkibar ?
Ilustrasi di atas tentu saja bukan kenyataan. Namun dirasakan sebenarnya oleh Wawan secara visual grafik 3 dimensi dan audio pada game edukasi sejarah yang berjudul “Pertempuran Sepuluh Nopember Arek Suroboyo” atau disingkat P10NER, yang dibuat oleh tim yang terdiri dari beberapa mahasiswa Jurusan Teknik Informatika ITS. Tim mereka terdiri dari 3 programmer game 3 dimensi serta 4 pendesain konten yang bertanggung jawab mewarnai game dengan nuansa kepahlawanan. Hebatnya, semuanya adalah mahasiswa angkatan 2009 yang baru saja setahun berkuliah.
Felix, mahasiswa angkatan 2009 yang menjadi koordinator tim mengatakan, “Pada game ini terdapat beberapa level yang di dalamnya merupakan peristiwa bersejarah pada tahun 1945 di Surabaya mulai dari perebutan bendera hotel Oranye / Yamato, terbunuhnya jendral Mallaby, pertempuran 3 hari hingga pertempuran yang paling dahsyat pada tanggal 10 Nopember 1945 di Jembatan Merah.”
Yustiana, atau biasa dipanggil Ana, salah seorang anggota tim pendesain konten menjelaskan, “Di dalam game ini terdapat beberapa potongan video yang menggugah semangat perjuangan. Misalnya bagaimana seorang anak bangga terhadap ayahnya yang gugur di medan pertempuran. Selain itu juga ada rekaman pidato Bung Tomo serta pelantunan puisi Kerawang Bekasi yang cukup menggugah.”
Menurut Imam Kuswardayan, seorang praktisi game edukasi dan dosen yang membimbing tim tersebut mengatakan, “Game ini dibuat selain untuk mengenal dan mengenang sejarah, juga agar bisa menanamkan semangat kepahlawanan dari pejuang-pejuang yang telah gugur untuk bangsa dan negara pada peristiwa 10 Nopember 1945.”
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Apalagi kota Pahlawan adalah sebutan untuk kota Surabaya dan kampus kami bernama Sepuluh Nopember (ITS)”, tambahnya.
Menurutnya pula, dia juga prihatin game-game yang beredar di Indonesia saat ini lebih cenderung merusak daripada membangun. Padahal, jika diarahkan dengan benar, game bisa mengajarkan konten edukasi yang sangat mengasyikkan dan membikin ketagihan. “Sudah saatnya Indonesia bangkit untuk mengembangkan game-game yang bersifat edukasi. Semoga game ini menjadi pelopor untuk kebangkitan produksi game-game edukasi karya anak bangsa lainnya”, katanya.
Tertarik ingin menyimak lebih lanjut atau bahkan menjajal gamenya ? Hadiri acara pameran game edukasi dan aplikasi dari para finalis lomba Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi 2010 (Gemastik 2010) pada tanggal 6-7 Oktober 2010 di Gedung Robotika ITS Surabaya.
Spesifikasi Game
Judul game : P10NER, Pertempuran 10 Nopember Arek Suroboyo
Genre : First Person Shooter
Theme : Historical, war
Website : http://www.gameedukasi.com
Tim Pengembang:
Programmer : Felix Handani ’09, Hermawan Winata ’09, Mahrus S. Rizal ’09
Desain Tema : Nurina Aisyah Fitriani ’09, Ratri Cahyarini ’09, Yolanda Septiana Dewi ’09, Dian Rahma latifa Hayun ’09, Yustiana Triwahyuni ’09
Pembimbing : Imam Kuswardayan S.Kom, MT
Launching Game:
Hari / Tgl : Kamis, 30 September 2010
Halaman Sumber :
http://www.koleksigratisan.co.cc/2010/04/game-edukasi-gratis-download.html
http://www.tutorialku.com/products/8/0/Games-Edukasi
http://funschool.kaboose.com/?trnstl=1
http://www.download3000.com/showarticles…
http://www.freedownloadscenter.com/Games…